Ditjen PAS jelaskan kronologis kerusuhan Lapas Lhokseumawe

Share:

PASnews, Jakarta – Ratusan narapidana di Lapas Lhokseumawe mengamuk dan membakar sejumlah fasilitas perkantoran yang ada di dalam Lapas.

Kejadian dipicu oleh seorang napi kasus narkoba Khaerul alias Alung yang tidak mendapat ijin untuk berobat ke kampung halamannya.

Kepala Subdit Komunikasi Ditjen Pemasyarakatan (DItjen PAS), Akbar Hadiprabowo, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan medis kedokteran di Pemasyarakatan Khaerul mengidap penyakit lambung.

Berdasarkan keyakinan yang dimiliki napi dan keluarganya tersebut, harus dibawa ke kampungnya dan bukan ke rumah sakit.

“Jadi, Kalapas bersikukuh ya kalau diobati harus ke rumah sakit, bukan pulang ke rumah,” ujar Akbar, Minggu (16/2/2014).

Disaat itu pula sebanyak 10-15 orang anggota keluarga Khaerul datang dengan menggunakan truk. Selain membesuk mereka juga, kata Akbar, hendak menjemput Khaerul yang dalam kondisi sakit.

“Oleh karena keinginan itu tidak dikabulkan, diduga memprovokasi napi lainnya untuk melakukan perlawanan,” terang Akbar.

Saat ini, petugas masih melakukan proses negosiasi dengan napi yang masih dirundung amarah, untuk mengeluarkan 10-15 warga yang sebelum kejadian membesuk Khaerul.

“Dari pihak Lapas ada dua petugas yang terjebak di dalam, tapi bukan tersandera,” kata Akbar.

Lapas kelas II Lhoseumawe tercatat menampung warga binaan sebanyak 389 orang napi dan tahanan. Sementara jumlah kapasitas tampung adalah 136 orang. Sementara itu tiap regu penjagaan hanya dilakukan oleh lima orang petugas.

Adapun ruang-ruang Lapas Lhokseumawe yang terbakar adalah ruang perkantoran, ruang resgistrasi, dan gudang beras.Lapas Lhokseumawe Rusuh.

 

Ditjen PAS jelaskan kronologis kerusuhan Lapas Lhokseumawe | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya