Ini dia, Pembinaan Kepribadian dan Kemandirian Napi di Lapas Kelas II Sukabumi

Share:
sukaTak Takut Kabur, Berdayakan Warga Tahanan Lewat Pencucian Motor untuk Umum
 
Sudah sejak lama, Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sukabumi melakukan pembinaan kepribadian dan kemandirian terhadap warga binaannya. Tak hanya di dalam lapas, pembinaan kepribadian juga dilakukan langsung berhubungan dengan lingkungan luar.
 
Laporan, Mulvi M.N Sukabumi,-
 
Membangun manusia mandiri. Itulah slogan yang terlihat di Elpe Wash, bengkel cuci motor yang dikelola Lapas Kelas II B Sukabumi. Tak jauh berbeda dengan tempat cuci motor yang biasa kita temui di tempat lain. Hanya saja para pekerja di Elpe Wash merupakan warga binaan Lapas.
 
Setiap harinya, mulai Pukul 08:00 hingga 15:00 Elpe Wash dibuka. Tak kurang dari delapan warga binaan melayani masyarakat lewat jasa pencucian motor di Lapas yang terletak di Jalan Lettu Bakri ini. Meskipun langsung bekerja dan berinteraksi dengan dunia luar, tak lantas membuat hal itu dijadikan kesempatan para napi untuk kabur. “Mereka tetap dalam pengawasan para petugas lapas. Dan para napi yang bekerja disini juga sudah melalui tahap seleksi,” ujar Kepala Lapas Kelas II B Sukabumi, Muhamad Latif safiudin.
 
Latif mensmbshksn, beberapa persyaratan harus dipenuhi para napi sebelum menjalani pembinaan yang dekat lingkungan masyarakat luar itu. Para napi harus sudah menjalani setengah atau menjelang 2/3 masa pidana. Selain itu, napi pun harus memiliki surat jaminan dari keluarga yang ditandatangani ketua RT dan RW serta Lurah/Kades sesuai tempat asal warga binaan.
 
“Status narapidana yang dipekerjakan sudah masuk tahap asimilasi menjelang bebas. Mereka juga akan disidang oleh Tim Penilai Pemasyarakatan. Selain masa pidana, juga akan dilihat latar belakang kepribadian napi, surat jaminan serta minat dan bakat,” paparnya.
 
Lebih lanjut Latif mengatakan, semua proses pembinaan itu merupakan salah satu tugas lapas. Bukan hanya dijadikan tempat melaksanakan hukuman, namun lapas pun harus mampu melakukan pembinaan untuk dijadikan bekal para warga tahanan setelah masa hukuman tuntas.
 
“Disini mereka juga harus dibina agar mereka (napi, red) memiliki keahlian sesuai dengan bakatnya,” paparnya.
 
Salah satu warga binaan yang terpilih sebagai petugas pencuci motor di Elpe Wash, Ari alias Mandor (49) mengatakan dirinya merasa hal tersebut merupakan penghargaan yang diberikan Lapas. Mandor yang divonis 1,5 tahun kurungan penjara dan sudah 9 bulan menjalani hukumannya merasa kepercayaan yang diberikan begitu berharga sebagai bekal keahlian setelah keluar dari lapas.
 
“Itikad kami untuk berubah menjadi lebih baik benar-benar diperhatikan oleh pihak lapas,” pungkasnya.
 
Dari hasil kerjanya itu, Ari mendapatkan upah Rp 1.000 dari setiap motor yang ia cuci. Meskipun tak banyak, kepercayaan untuk berinteraksi dengan lingkungan luar sudah dirasa cukup mengobati kesumpekannya di Lapas.
 

 

“Setelah bekerja, sorenya kami kembali ke dalam lapas,” pungkas napi yang divonis.(*)
 
Ini dia, Pembinaan Kepribadian dan Kemandirian Napi di Lapas Kelas II Sukabumi | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya