Mengintip Kegiatan Napi Di Lapas Kelas IIB Nyomplong Sukabumi

Share:

lapas sukabumiLembaga Pemasyarakatan (Lapas) merupakan tempat pembinaan terhadap warga binaan atau narapidana yang sedang menjalani masa tahanan. Keberadaannya sebagai tempat pembinaan mantan pelaku kejahatan membuat Lapas kerap dikucilkan. Apalagi sering kali kabar tak sedap muncul dari lapas, membuat beberapa kegiatan positif di dalamnya luput dari perhatian.

Laporan Mulvi M. Noor Sukabumi
Sekilas, dari raut wajah sejumlah napi di Lapas Kelas II B Nyomplong Sukabumi, tak terlihat sedikit pun beban akibat harus menjalani masa hukuman di dalam jeruji besi. Mereka asik bercengkrama sambil melakukan beberapa pekerjaan dengan sesama penghuni lapas.Ada yang menjahit pakaian, merajut kain keset, membuat sendal hingga ada pula yang sedang memberi makan ikan lele, di kolam pembesaran yang luas ukurannya tidak lebih dari sepuluh meter.
Sementara, di tempat lain masih di dalam Lapas, beberapa napi sedang mempersiapkan makanan, mencuci pakaian ada pula yang sedang menanam benih cabai di lahan yang ukurannya sangat kecil. Sesekali terdengar suara lantunan Al-quran dari para napi yang sedang mengaji di pesantren Lapas.
Siapa sangka, beberapa pekerjaan yang bisa mereka lakukan itu didapatkan hanya dari bimbingan para pegawai lapas. Bahkan, ada pula yang didapatkan dari guru yang juga sesama napi.
“Alhamdulillah, kehalian yang saya miliki bisa bermanfaat. Disini saya bisa berbagi ilmu dengan teman-teman napi yang lain,” ujar salah satu napi, Endang yang mengajari kawan-kawannya membuat sendal.
Meski mampu berkonstribusi lewat keahlian yang dimilikinya, namun Ia masih belum puas. Dalam satu hari, Ia dan beberapa kawannya sudah bisa menghasilkan tak kurang dari 100 pasang sendal hotel. Namun mereka belum merasa maksimal, sendal-sendal yang dijual Rp 6.000 per pasang itu masih minim peminat.
“Baru sedikit yang memesan,” lirihnya. Alhasil, beberapa hasil kerja napi ini dikumpulkan sementara sembari menunggu pesanan datang.
Hal yang sama juga dirasakan, Jalaludin. Napi yang harus mendekam selama tiga tahun dibalik Lapas ini pun berharap Pemerintah daerah bisa memberikan bantuan untuk pengembangan kepribadian dan kemandirian warga binaan di Lapas Kelas II B Sukabumi.
“Dukungan dari para pegawai lapas ini akan lebih baik lagi jika didukung pemerintah daerah. Dukungan bisa berupa pemberian pembinaan atau bantuan apapun. Meski kami bisa dibilang orang-orang yang sedang menjalani hukuman, namun tidak lantas hal itu dijadikan alasan agar kami dikucilkan,” ujarnya.
Harapan Napi tersebut pun diamini Kepala Lapas Kelas II B Sukabumi, Muhamad Latif safiudin. Melihat antusias warga binaannya untuk merubah kehidupan menjadi lebih baik, Ia pun berharap agar pemerintah daerah dan masyarakat bisa membuka mata. Mendukung antusias para penghuni jeruji besi ini agar menjadi manusia seutuhnya.
“Mereka adalah saudara kita yang butuh dukungan. Mereka pun harus diperhatikan, bukan dikucilkan. Segala upaya yang mereka lakukan disini semata-mata agar bisa menjadi pribadi mandiri, berguna dan menjadi manusia lebih baik ketika kembali lagi ke masyarakat.” pungkasnya. (**)
Mengintip Kegiatan Napi Di Lapas Kelas IIB Nyomplong Sukabumi | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya