Napi Pun Bisa Jadi Pengrajin

Share:

Kalapas-Kelas-II-A-Pondok-Rajeg-Cibinong-Bogor-Jabar-Rudy-Ch-Gill-BC-IP-MaulDinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kalimantan Tengah melirik narapidana sebagai pengrajin kerajinan berbahan rotan. Ini langkah untuk memberdayakan para napi, selain untuk mengurangi pengiriman rotan keluar daerah dalam bentuk bahan mentah.
Kepada Borneonews, Rabu (5/3), Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalteng, Hengky, mengatakan, sekitar 60 persen rotan Kalteng dikirim keluar daerah sebagai bahan mentah. Dengan adanya, barang-barang kerajinan hasil karya para narapidana diharapkan mengurangi pengiriman bahan baku rotan dalam bentuk belum jadi itu.
Tentu tak cukup hanya di situ. Harus ada penanganan secara holistik, dari hulu ke hilir. Perlu sarana dan prasarana memadai sebagai wadah para narapidana, atau warga putus sekolah, juga pengangguran, untuk mengasah dan melatih keterampilan. Jangan lupa, harus ada jaminan ketersediaan bahan baku mentah, dalam hal ini, rotan, atau lainnya.
Setelah itu selesai, perlu langkah konkrit untuk mengatasi kendala pemasaran hasil produksi mereka. Selama ini, masalah pasar untuk menampung hasil karya mereka, tak kunjung ditangani dengan baik. Harus ada terobosan berani, misalnya, dengan mewajibkan kantor-kantor pemerintah agar menggunakan produk mereka.
Terkadang pemerintah selaku penentu kebijakan, perlu mengeluarkan Affirmative action untuk menolong kelompok tertentu, agar mampu bersaing. Keistimewaan seperti itu sah saja, tentu dengan alasan kuat untuk memberda­yakan masyarakat.
Kita tahu, tidak mudah bagi mantan napi untuk kembali berkarya setelah bebas. Sebagian masyarakat masih berpandangan negatif bagi mereka. Karena itu, tidak ada salahnya mengeluarkan kebijakan yang mengistimewakan mereka. Seperti kata Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Kalteng Haviluddin, kebijakan seperti itu, diharapkan mengurangi angka napi yang mengulangi melakukan tindak kriminal.

 

Sumber borneonews.co.id

Napi Pun Bisa Jadi Pengrajin | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya