Pelanggaran Corby Sedang Diselidiki

Share:

menkum-ham-isu-komersialisasi-corby-tak-boleh-resahkan-rakyatJAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Djoko Suyanto, mengatakan penyidikan pelanggaran atas wawancara keluarga “Ratu Mariyuana”, Schapelle Leigh Corby, dengan Channel 7 masih terus dilakukan.

“Sedang diselidiki, diteliti berapa besar dan di mana pelanggarannya oleh Kementerian Hukum dan HAM,” ungkap Djoko Suyanto seusai puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 Badan SAR Nasional (Basarnas) di Dermaga PT Pelabuhan Indonesia II, Merak, Banten, Rabu (5/3).

Djoko menjelaskan bahwa pembebasan bersyarat Corby bukan tanpa syarat yang harus dipenuhi. “Jadi, harus ada syarat-syarat yang dilakukan dia. Syarat-syarat itu apa saja yang dilanggar, nanti dilaporkan, baru nanti kita bisa memutuskan,” tuturnya.

Menurutnya, penyidikan pelanggaran yang dilakukan Kementerian Hukum dan HAM, termasuk pernyataan Mercedes Corby, kakak kandung Corby, yang mengatakan temuan ganja di tas adiknya diduga sebagai jebakan.

Dalam wawancara dengan Channel 7, Mercedes ingin ganja itu diuji. Selain itu, Mercedes ingin jejak dari bandara Australia dan Indonesia dan sidik jari diperiksa. Selain itu, dia menuduh otoritas bagasi maskapai terlibat dalam peletakan ganja itu ke dalam tas Corby.

“Saya tidak tahu siapa yang memasukkannya ke tas itu, tapi aku cukup yakin ada hubungannya dengan seseorang yang bekerja di bandara,” tegas Mercedes.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Amir Syamsuddin, mengaku pihaknya sedang melakukan evaluasi terhadap pembebasan bersyarat terpidana narkoba, Ratu Marijuana, Schapelle Leigh Corby.

Hal itu dikarenakan banyaknya desakan kepada pemerintah terhadap pembebasan bersyarat Corby. “Oleh karena itu, Lapas Bali sedang evaluasi. Tentu saja dilaporkan evaluasi belum sampai ke saya sehingga jangan dulu marah,” kata Amir di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/3).

Amir mengatakan akan menyampaikan hasil evaluasi mengenai pembebasan bersyarat Corby. “Kita berikan waktu dulu,” ujarnya.

Panggil Keluarga

Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Bali juga telah memanggil pihak keluarga Corby terkait wawancara tersebut. “Kami panggil mereka (keluarga Corby) untuk klarifikasi saja apa yang diwawancarakan dengan Channel 7,” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Provinsi Bali, Sunar Agus, di Denpasar, Selasa.

Menurut dia, keluarga Corby yang datang memenuhi panggilannya adalah Mercedes Corby dan suaminya, Wayan Widyartha, pada Senin (3/3) siang di Kantor Wilayah Kemenkumham.

Dia menjelaskan bahwa mereka dimintai keterangan terkait materi wawancara dengan stasiun televisi swasta yang bermarkas di Sydney, Australia itu. “Persis seperti apa yang diwawancarai (Channel 7) ” ucapnya. (ags/Ant/N-1)

Pelanggaran Corby Sedang Diselidiki | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya