Rutan Rembang Buka Wartel Untuk Warga Binaan

Share:

RUTAN-REMBANG-WARTELRembang – Rumah Tahanan (Rutan) Rembang mengoperasikan sebuah Wartel, untuk kebutuhan komunikasi bagi 200 an tahanan dan narapidana. Upaya tersebut sebagai salah satu cara pencegahan, agar tidak ada yang nekat sembunyi sembunyi memasukkan HP. Karena sejak awal, HP merupakan barang larangan.

Kepala Rutan Rembang, Suyatno menjelaskan posisi Wartel berada di dekat ruang besuk, berukuran 1,5 x 1 meter. Kini kondisinya lebih bagus, ada sekat kaca dan tembok. Tentu telah diatur jam jam khusus, tahanan dan narapidana boleh memanfaatkan HP. Sebelum kontak keluar, mereka wajib menulis nama, siapa yang dihubungi maupun nomor telefon tujuan, agar pihak Rutan mudah melacak, ketika kesempatan berkomunikasi itu disalahgunakan, untuk kepentingan kejahatan.

Pernah suatu ketika, kunjungan di dalam Wartel menurun drastis. Jika semula per hari mencapai 10 – 15 orang, tinggal 2 – 3 orang saja. Sempat muncul kecurigaan, penghuni membawa HP. Setelah digeledah, tidak ditemukan.

Suyatno menambahkan keberadaan Wartel dilaporkan secara resmi kepada kepala kantor wilayah Kementerian Hukum Dan HAM Jawa Tengah.

Termasuk tarif yang diberlakukan. Semisal percakapan selama 5 menit kebawah, membayar kepada petugas piket Rp 5 ribu, sedangkan kalau lebih lama, tarif dibatasi maksimal Rp 10 ribu.

Beberapa narapidana mengaku sangat terbantu. Mereka semula menerima uang dari kerabat yang datang membesuk, setelah itu digunakan membayar ongkos telefon di Wartel Rutan. Umumnya dua atau tiga hari sekali menelfon, sekedar untuk menanyakan kabar keluarga di kampung halaman.

Sumber : http://radior2b.com

Rutan Rembang Buka Wartel Untuk Warga Binaan | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya