RUTAN

Rumah Tahanan Negara

(Penyusun: Dannissa Azizah Rahmadiyanti)

https://kabarjatim.com/wp-content/uploads/2019/09/Rumah-Tahanan-Rutan-Klas-IIB-Sumenep.jpg

Gambar 1. Rutan Sumenep

Hasil gambar untuk mapenaling rutan

Gambar 2. Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan di Rutan Kelas IIB Purbalingga

A. Pengertian

Rumah Tahanan Negara (disingkat rutan) adalah tempat orang yang ditahan sementera atau dikenakan hukuman kurungan[1]. Rutan juga merupakan tempat pelaksanaan teknis di bidang penahanan untuk kepentingan penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan[2],[3]. Secara struktural, rutan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Kehakiman2 yang saat ini berubah menjadi Kementerian Hukum dan HAM RI.

B. Tugas dan Fungsi2

1.  Tugas

Tugas rutan adalah melaksanakan perawatan terhadap tersangka atau terdakwa sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2.  Fungsi

Rutan memiliki tiga fungsi dalam menyelenggarakan tugasnya, yaitu:

  1. melakukan pelayanan tahanan
  2. melakukan pemeliharaan keamanan dan tata tertib rutan
  3. melakukan pengelolaan rutan
  4. melakukan urusan tata usaha.

C. Dasar Hukum

Organisasi rutan dan tata kerjanya dijelaskan dalam Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor M.04-PR.07.03 Tahun 1985 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Tahanan Negara dan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. Selanjutnya, pelaksanaan tugas rutan diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 1999 tentang Syarat-Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Wewenang, Tugas, dan Tanggung Jawab Perawatan Tahanan.  Pelaksanaan fungsi pemeliharaan keamanan dan tata tertib rutan diatur dalam Peraturan menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2015 tentang Pengamanan pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara.

D. Struktur Organisasi2

1.  Pimpinan

Setiap rutan dipimpin oleh seorang kepala.

2.  Klasifikasi

Berdasarkan atas kapasitas dan lokasi, rutan diklasifikasikan dalam 3 kelas, yaitu:

  1. Rutan Kelas I
  2. Rutan Kelas IIA
  3. Rutan Kelas IIB

Klasifikasi rutan ke dalam tiga kelas ini menentukan struktur organisasi yang terdapat dalam rutan itu sendiri.

3.  Rutan Kelas I

Struktur organisasi Rutan Kelas I terdiri dari:

a.  Seksi Pelayanan Tahanan

Seksi ini memiliki tugas untuk melakukan pengadministrasian dan perawatan, mempersiapkan bantuan hukum dan penyuluhan, serta memberikan bimbingan kegiatan bagi tahanan. Untuk menjalankan tugas tersebut, seksi ini memiliki tiga fungsi, yaitu:

  1. melakukan administrasi, membuat statistik dan dokumentasi tahanan, serta memberikan perawatan pemeliharaan kesehatan tahanan,
  2. mempersiapkan pemberian bantuan hukum dan penyuluhan bagi tahanan,
  3. memberikan bimbingan kegiatan bagi tahanan

Dalam melakukan tugas dan fungsinya, seksi ini membawahi tiga sub seksi yang memiliki tugas masing-masing. Ketiga sub seksi tersebut ialah:

i.    Sub Seksi Administrasi dan Perawatan

Sub seksi ini memiliki tugas untuk melakukan pencatatan tahanan dan barang-barang bawaannya, membuat statistik dan dokumentasi, serta memberikan perawatan dan mengurus kesehatan tahanan.

ii.   Sub Seksi Bantuan Hukum dan Penyuluhan

Sub seksi ini  bertugas untuk mempersiapkan pemberian bantuan hukum atau kesempatan untuk mendapat bantuan hukum dari penasehat hukum, memberikan penyuluhan rohani dan jasmani, serta mempersiapkan bahan bacaan bagi tahanan.

iii.  Sub Seksi Bimbingan dan Kegiatan

Sub seksi ini bertugas untuk memberikan bimbingan kegiatan bagi tahanan.

b.  Seksi Pengelolaan Rutan

Seksi ini mempunyai tugas melakukan pengurusan keuangan, perlengkapan, dan rumah tangga rutan. Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, seksi ini mempunyai dua fungsi, yaitu:

  1. melakukan urusan keuangan dan perlengkapan
  2. melakukan urusan rumah tangga dan kepegawaian

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, seksi ini membawahi dua sub seksi yang memiliki masing-masing tugas. Kedua sub seksi tersebut ialah:

i.    Sub Seksi Keuangan dan Perlengkapan

Sub seksi ini bertugas untuk melakukan pengelolaan keuangan dan perlengkapan rutan.

ii.   Sub Seksi Umum

Sub seksi ini bertugas untuk melakukan urusan rumah tangga dan kepegawaian.

c.   Kesatuan Pengamanan Rutan

Kesatuan Pengamanan Rutan ini dipimpin oleh seorang kepala yang membawahi Petugas Pengamanan Rutan. Kesatuan ini bertugas untuk melakukan pemeliharaan keamanan dan ketertiban rutan. Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, Kesatuan Pengamanan Rutan mempunyai fungsi:

  1. melakukan administrasi keamanan dan ketertiban rutan,
  2. melakukan penjagaan dan pengawasan terhadap tahanan,
  3. melakukan pemeliharaan keamnan dan ketertiban rutan,
  4. melakukan penerimaan, penempatan, dan pengeluaran tahanan, serta memonitor keamanan dan tata tertib tahanan pada tingkat pemeriksaan.
  5. membuat laporan dan berita acara pelaksanaan pengamanan dan ketertiban.

d.  Urusan Tata Usaha

Urusan Tata Usaha memiliki tugas untuk melakukan urusan surat-menyurat dan kearsipan.

4.  Rutan Kelas IIA

Struktur organisasi Rutan Kelas IIA terdiri dari:

a.  Sub Seksi Pelayanan Tahanan

Sub Seksi ini mempunyai tugas untuk melakukan pengadministrasian dan perawatan, serta mempersiapkan pemberian bantuan hukum dan penyuluhan bagi tahanan.

b.  Sub Seksi Bimbingan Kegiatan

Sub seksi ini bertugas untuk memberikan bimbingan kegiatan dan mempersiapkan bahan bacaan bagi tahanan.

c.   Sub Seksi Pengelolaan Rutan

Sub seksi ini bertugas untuk melakukan pengurusan keuangan, perlengkapan, rumah tanga, dan kepegawaian di lingkungan rutan.

d.  Kesatuan Pengamanan Rutan

Kesatuan Pengamanan Rutan memiliki tugas memelihara keamanan dan ketertiban rutan.

e.  Petugas Tata Usaha

Petugas Tata Usaha bertugas untuk melakukan urusan surat-menyurat dan kearsipan.

5.  Rutan Kelas IIB

Struktur organisasi Rutan Kelas IIB terdiri dari:

a.  Sub Seksi Pelayanan Tahanan

Sub Seksi ini mempunyai tugas untuk melakukan pengadministrasian dan perawatan, serta mempersiapkan pemberian bantuan hukum dan penyuluhan bagi tahanan.

b.  Sub Seksi Pengelolaan Rutan

Sub seksi ini bertugas untuk melakukan pengurusan keuangan, perlengkapan, rumah tanga, dan kepegawaian di lingkungan rutan.

c.    Kesatuan Pengamanan Rutan

Kesatuan Pengamanan Rutan memiliki tugas memelihara keamanan dan ketertiban rutan.

d.    Petugas Tata Usaha

Petugas Tata Usaha bertugas untuk melakukan urusan surat-menyurat dan kearsipan.

E.  Layanan[4]

1.  Pengertian

Pelayanan tahanan yang dilaksanakan mulai dari penerimaan sampai dengan pengeluaran tahanan dari rutan disebut dengan perawatan tahanan. Pelaksanaan perawatan tahanan dilakukan oleh kepala rutan.

2.  Bentuk Layanan

Bentuk-bentuk layanan yang terdapat di rutan adalah sebagai berikut:

  1. Perawatan Jasmani dan Rohani
  2. Pelayanan Pendidikan dan Pengajaran
  3. Pelayanan Kesehatan dan Makanan
  4. Pelayanan Penyampaian Keluhan
  5. Pelayanan Bahan Bacaan dan Media Massa
  6. Pelayanan Kunjungan

F.  Daftar Rutan di Indonesia

Di Indonesia terdapat 165 rutan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia[5]. Rutan-rutan tersebut  terdiri dari 16 Rutan Kelas I, 13 Rutan Kelas IIA, dan 136 Rutan Kelas IIB. Berikut adalah rincian rutan-rutan  tersebut:

No. Nama UPT Kanwil
1 Rutan Kelas I Bandar Lampung Kanwil Lampung
2 Rutan Kelas I Bandung Kanwil Jawa Barat
3 Rutan Kelas I Cipinang Kanwil DKI Jakarta
4 Rutan Kelas I Cirebon Kanwil Jawa Barat
5 Rutan Kelas I Depok Kanwil Jawa Barat
6 Rutan Kelas I Jakarta Pusat Kanwil DKI Jakarta
7 Rutan Kelas I Labuhan Deli Kanwil Sumatera Utara
8 Rutan Kelas I Makassar Kanwil Sulawesi Selatan
9 Rutan Kelas I Medan Kanwil Sumatera Utara
10 Rutan Kelas I Palembang Kanwil Sumatera Selatan
11 Rutan Kelas I Pekanbaru Kanwil Riau
12 Rutan Kelas I Pondok Bambu Kanwil DKI Jakarta
13 Rutan Kelas I Surabaya Kanwil Jawa Timur
14 Rutan Kelas I Surakarta Kanwil Jawa Tengah
15 Rutan Kelas I Tangerang Kanwil Banten
16 Rutan Kelas I Tanjung Pinang Kanwil Kepulauan Riau
17 Rutan Kelas IIA Ambon Kanwil Maluku
18 Rutan Kelas IIA Batam Kanwil Kepulauan Riau
19 Rutan Kelas IIA Kendari Kanwil Sulawesi Tenggara
20 Rutan Kelas IIA Manado Kanwil Sulawesi Utara
21 Rutan Kelas IIA Palangkaraya Kanwil Kalimantan Tengah
22 Rutan Kelas IIA Palu Kanwil Sulawesi Tengah
23 Rutan Kelas IIA Pekalongan Kanwil Jawa Tengah
24 Rutan Kelas IIA Pontianak Kanwil Kalimantan Barat
25 Rutan Kelas IIA Samarinda Kanwil Kalimantan Timur
26 Rutan Kelas IIA Yogyakarta Kanwil D.I. Yogyakarta
27 Rutan Perempuan Kelas IIA Bandung Kanwil Jawa Barat
28 Rutan Perempuan Kelas IIA Medang Kanwil Sumatera Utara
29 Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya Kanwil Jawa Timur
30 Rutan Kelas IIB Bajawa Kanwil Nusa Tengara Timur
31 Rutan Kelas IIB Balige Kanwil Sumatera Utara
32 Rutan Kelas IIB Balikpapan Kanwil Kalimantan Timur
33 Rutan Kelas IIB Banda Aceh Kanwil Aceh
34 Rutan Kelas IIB Bangil Kanwil Jawa Timur
35 Rutan Kelas IIB Bangkalan Kanwil Jawa Timur
36 Rutan Kelas IIB Bangli Kanwil Bali
37 Rutan Kelas IIB Banjarnegara Kanwil Jawa Tengah
38 Rutan Kelas IIB Bantaeng Kanwil Sulawesi Selatan
39 Rutan Kelas IIB  Bantul Kanwil D.I. Yogyakarta
40 Rutan Kelas IIB Banyumas Kanwil Jawa Tengah
41 Rutan Kelas IIB Barabai Kanwil Kalimantan Selatan
42 Rutan Kelas IIB Barru Kanwil Sulawesi Selatan
43 Rutan Kelas IIB Batang Kanwil Jawa Tengah
44 Rutan Kelas IIB Baturaja Kanwil Sumatera Selatan
45 Rutan Kelas IIB Batusangkar Kanwil Sumatera Barat
46 Rutan Kelas IIB Bener Meriah Kanwil Aceh
47 Rutan Kelas IIB Bengkayang Kanwil Kalimantan Barat
48 Rutan Kelas IIB Bengkulu Kanwil Bengkulu
49 Rutan Kelas IIB Bintuni Kanwil Papua Barat
50 Rutan Kelas IIB Blora Kanwil Jawa Tengah
51 Rutan Kelas IIB Boyolali Kanwil Jawa Tengah
52 Rutan Kelas IIB Buntok Kanwil Kalimantan Tengah
53 Rutan Kelas IIB Demak Kanwil Jawa Tengah
54 Rutan Kelas IIB Donggala Kanwil Sulawesi Tengah
55 Rutan Kelas IIB Dumai Kanwil Riau
56 Rutan Kelas IB Enrekang Kanwil Sulawesi Selatan
57 Rutan Kelas IIB Garut Kanwil Jawa Barat
58 Rutan Kelas IIB Gianyar Kanwil Bali
59 Rutan Kelas IIB Gresik Kanwil Jawa Timur
60 Rutan Kelas IIB Humbang Hasundutan Kanwil Sumatera Utara
61 Rutan Kelas IIB Jantho Kanwil Aceh
62 Rutan Kelas IIB Jeneponto Kanwil Sulawesi Selatan
63 Rutan Kelas IIB Jepara Kanwil Jawa Tengah
64 Rutan Kelas IIB Kabanjahe Kanwil Sumatera Utara
65 Rutan Kelas IIB Kandangan Kanwil Kalimantan Selatan
66 Rutan Kelas IIB Kebumen Kanwil Jawa Tengah
67 Rutan Kelas IIB Kefamenanu Kanwil Nusa Tenggara Timur
68 Rutan Kelas IIB Klungkung Kanwil Bali
69 Rutan Kelas IIB Kolaka Kanwil Sulawesi Tenggara
70 Rutan Kelas IIB Kota Agung Kanwil Lampung
71 Rutan Kelas IIB Kotabumi Kanwil Lampung
72 Rutan Kelas IIB Kotamobagu Kanwil Sulawesi Utara
73 Rutan Kelas IIB Kraksaan Kanwil Jawa Timur
74 Rutan Kelas IIB Krui Kanwil Lampung
75 Rutan Kelas IIB Kuala Kapuas Kanwil Kalimantan Tengah
76 Rutan Kelas IIB Kudus Kanwil Jawa Tengah
77 Rutan Kelas IIB Kupang Kanwil Nusa Tenggara Timur
78 Rutan Kelas IIB Landak Kanwil Kalimantan Barat
79 Rutan Kelas IIB Larantuka Kanwil Nusa Tenggara Timur
80 Rutan Kelas IIB Sikaping Kanwil Sumatera Barat
81 Rutan Kelas IIB Magetan Kanwil Jawa Timur
82 Rutan Kelas IIB Majene Kanwil Sulawesi Barat
83 Rutan Kelas IIB Makale Kanwil Sulawesi Selatan
84 Rutan Kelas IIB Malino Kanwil Sulawesi Selatan
85 Rutan Kelas IIB Mamuju Kanwil Sulawesi Barat
86 Rutan Kelas IIB Maninjau Kanwil Sumatera Barat
87 Rutan Kelas IIB Manna Kanwil Bengkulu
88 Rutan Kelas IIB Marabahan Kanwil Kalimantan Selatan
89 Rutan Kelas IIB Masamba Kanwil Sulawesi Selatan
90 Rutan Kelas IIB Masohi Kanwil Maluku
91 Rutan Kelas IIB Maumere Kanwil Nusa Tenggara Timur
92 Rutan Kelas IIB Mempawah Kanwil Kalimantan Barat
93 Rutan Kelas IIB Menggala Kanwil Lampung
94 Rutan Kelas IIB Muara Labuh Kanwil Sumatera Barat
95 Rutan Kelas IIB Muntok Kanwil Bangka Belitung
96 Rutan Kelas IIB Natal Kanwil Sumatera Utara
97 Rutan Kelas IIB Negara Kanwil Bali
98 Rutan Kelas IIB Nganjuk Kanwil Jawa Timur
99 Rutan Kelas IIB Pacitan Kanwil Jawa Timur
100 Rutan Kelas IIB Padang Kanwil Sumatera Barat
101 Rutan Kelas IIB Padang Panjang Kanwil Sumatera Barat
102 Rutan Kelas IIB Painan Kanwil Sumatera Barat
103 Rutan Kelas IIB Pandeglang Kanwil Banten
104 Rutan Kelas IIB Pangkajene Kanwil Sulawesi Selatan
105 Rutan Kelas IIB Pangkalan Brandan Kanwil Sumatera Utara
106 Rutan Kelas IIB Pasangkayu Kanwil Sulawesi Barat
107 Rutan Kelas IIB Pelaihari Kanwil Kalimantan Selatan
108 Rutan Kelas IIB Pemalang Kanwil Jawa Tengah
109 Rutan Kelas IIB Pinrang Kanwil Sulawesi Selatan
110 Rutan Kelas IIB Ponorogo Kanwil Jawa Timur
111 Rutan Kelas IIB Poso Kanwil Sulawesi Tengah
112 Rutan Kelas IIB Prabumulih Kanwil Sumatera Selatan
113 Rutan Kelas IIB Praya Kanwil Nusa Tenggara Barat
114 Rutan Kelas IIB Purbalingga Kanwil Jawa Tengah
115 Rutan Kelas IIB Purwodadi Kanwil Jawa Tengah
116 Rutan Kelas IIB Purworejo Kanwil Jawa Tengah
117 Rutan Kelas IIB Putussibau Kanwil Kalimantan Barat
118 Rutan Kelas IIB Raba Bima Kanwil Nusa Tenggara Barat
119 Rutan Kelas IIB Raha Kanwil Sulawesi Tenggara
120 Rutan Kelas IIB Rantau Kanwil Kalimantan Selatan
121 Rutan Kelas IIB Rembang Kanwil Jawa Tengah
122 Rutan Kelas IIB Rengat Kanwil Riau
123 Rutan Kelas IIB Ruteng Kanwil Nusa Tenggara Timur
124 Rutan Kelas IIB Sabang Kanwil Aceh
125 Rutan Kelas IIB Salatiga Kanwil Jawa Tengah
126 Rutan Kelas IIB Sambas Kanwil Kalimantan Barat
127 Rutan Kelas IIB Sampang Kanwil Jawa Timur
128 Rutan Kelas IIB Senggau Kanwil Kalimantan Barat
129 Rutan Kelas IIB Sawahlunto Kanwil Sumatera Barat
130 Rutan Kelas IIB Selayar Kanwil Sulawesi Selatan
131 Rutan Kelas IIB Sengkang Kanwil Sulawesi Selatan
132 Rutan Kelas IIB Serang Kanwil Banten
133 Rutan Kelas IIB Siak Sri Indrapura Kanwil Riau
134 Rutan Kelas IIB Sibuhuan Kanwil Sumatera Utara
135 Rutan Kelas IIB Sidenreng Rapang Kanwil Sulawesi Selatan
136 Rutan Kelas IIB Sidikalang Kanwil Sumatera Utara
137 Rutan Kelas IIB Sigli Kanwil Aceh
138 Rutan Kelas IIB Singkel Kanwil Aceh
139 Rutan Kelas IIB Sinjai Kanwil Sulawesi Selatan
140 Rutan Kelas IIB Sipirok Kanwil Sumatera Utara
141 Rutan Kelas IIB Situbondo Kanwil Jawa Timur
142 Rutan Kelas IIB Soa Siu Kanwil Maluku Utara
143 Rutan Kelas IIB Soe Kanwil Nusa Tenggara Timur
144 Rutan Kelas IIB Sukadana Kanwil Lampung
145 Rutan Kelas IIB Sumenep Kanwil Jawa Timur
146 Rutan Kelas IIB Sungai Penuh Kanwil Jambi
147 Rutan Kelas IIB Takengon Kanwil Aceh
148 Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Kanwil Kalimantan Tengah
149 Rutan Kelas IIB Tanah Grogot Kanwil Kalimantan Timur
150 Rutan Kelas IIB Tanjung Kanwil Kalimantan Selatan
151 Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun Kanwil Kepulauan Riau
152 Rutan Kelas IIB Tanjung Pura Kanwil Sumatera Utara
153 Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb Kanwil Kalimantan Timur
154 Rutan Kelas IIB Tapaktuan Kanwil Aceh
155 Rutan Kelas IIB Tarutung Kanwil Sumatera Utara
156 Rutan Kelas IIB Temanggung Kanwil Jawa Tengah
157 Rutan Kelas IIB Ternate Kanwil Maluku Utara
158 Rutan Kelas IIB Trenggalek Kanwil Jawa Timur
159 Rutan Kelas IIB Unaaha Kanwil Sulawesi Tenggara
160 Rutan Kelas IIB Watansoppeng Kanwil Sulawesi Selatan
161 Rutan Kelas IIB Wates Kanwil D.I. Yogyakarta
162 Rutan Kelas IIB Weda Kanwil Maluku Utara
163 Rutan Kelas IIB Wonogiri Kanwil Jawa Tengah
164 Rutan Kelas IIB Wonosari Kanwil D.I. Yogyakarta
165 Rutan Kelas IIB Wonosobo Kanwil Jawa Tengah

G. Referensi

  1. Kamus Besar Bahasa Indonesia V
  2. Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor M.04-PR.07.03 Tahun 1985 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Tahanan Negara dan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara
  3. Peraturan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2015 tentang Pengamanan pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara
  4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 1999 tentang Syarat-Syarat  dan Tata Cara Pelaksanaan Wewenang, Tugas, dan Tanggung Jawab Perawatan Tahanan
  5. http://smslap.ditjenpas.go.id/public/grl/status_pas/daily/kanwil/all/year/2019/month/10/page/500

H. Pranala Luar

  1. https://jdih.setkab.go.id/PUUdoc/6613/PP0581999.htm
  2. http://icjrid.files.wordpress.com/2009/02/pp-58-th-1999-tentang-syarat-syarat-dan-tata-cara-pelaksanaan-wewenang-tugas-dan-tanggung-jawab-perawatan-tahanan.pdf
  3. http://icjrid.files.wordpress.com/2009/02/skb-menkeh-menkeu-th-2003-tentang-tata-cara-penitipan-penanggung-pajak-yang-disandera-di-rutan-dalam-rangka-penagihan-pajak-dengan-surat-paksa.pdf
  4. https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_Tahanan_Negara

[1] Kamus Besar Bahasa Indonesia V

[2] Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor M.04-PR.07.03 Tahun 1985 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Tahanan Negara dan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara

[3] Peraturan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2015 tentang Pengamanan pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara

[4] Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 1999 tentang Syarat-Syarat  dan Tata Cara Pelaksanaan Wewenang, Tugas, dan Tanggung Jawab Perawatan Tahanan

[5] http://smslap.ditjenpas.go.id/public/grl/status_pas/daily/kanwil/all/year/2019/month/10/page/500

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *