Terpidana Terorisme Umar Patek Pindah ke Lapas Porong

Share:
TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO – Terpidana kasus terorisme, Umar Patek alias Abu Syeih alias Umar Arab, tiba di Lapas Porong, Kamis (13/3/2014) siang. Dia dipindahkan dari Mako Brimob Jakarta.
Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim, I Dewa Putu Gede menguraikan, Umar Patek dipindah ke Lapas Porong, untuk menjalani masa pidana selama 20 tahun.
“Dia dibawa ke Lapas Porong lewat Bandara Juanda. Dia dibawa oleh Densus 88,” jelasnya, Kamis (13/3/2014).
Dijelaskan, sebelumnya Umar Patek ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Jakarta, sejak 17 Agustus 2011. Adapun pemindahan Umar Patek ke Lapas Porong, salah satu alasannya adalah untuk memudahkan pengembangan penyidikan jaringan terorisme di Jatim. “Agar tak bolak-balik dari Jakarta ke Surabaya,” urainya.
Tak hanya itu, dibawanya Umar Patek ke Porong agar tak terjadi penumpukan terpidana kasus terorisme yang selama ini terpusat di Jakarta. Diakuinya, Indonesia masih belum punya lapas khusus untuk terpidana terorisme. “Kalau UU khusus tentang terorisme kan sudah punya, tapi lapasnya belum punya,” katanya.
Dia juga menegaskan, kalau tak ada perintah pemindahan ke lapas lainnya lagi, kemungkinan besar Umar Patek bakal menghabiskan masa pidana selama 20 tahun di Lapas Porong. “Ya nanti kalau keterangannya dibutuhkan di Jakarta, bisa saja dibon dari Lapas Porong,” tegasnya.
Umar Patek disebut sebagai gembong teroris internasional jaringan Al Qaeda. Dia ditangkap di Kota Abbotabad, Pakistan, pada akhir Januari 2011, atau hanya berselang 4 bulan setelah tewasnya pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, di kota yang sama.
Sebelumnya dia diburu oleh aparat keamanan dari empat negara. Selain Indonesia, Filipina mencari Umar Patek karena terlibat rangkaian teror bersama kelompok Abu Sayyaf. Australia menginginkan Patek karena terlibat bom Bali di Indonesia yang menewaskan 202 orang termasuk 88 warga Australia.
Sedangkan AS memburu Umar Patek karena dianggap sebagai salah satu teroris paling berbahaya di dunia dan menghargainya sebesar satu juta dolar bagi siapapun yang bisa menangkapnya.
Pria kelahiran Pemalang, Jawa Tengah, 20 Juli 1966, ini divonis pidana 20 tahun oleh PN Jakarta Barat pada 21 Juni 2012 atas kasus Bom Bali I tahun 2002 serta bom malam Natal tahun 2000.

 

Dia dijerat pasal berlapis, di antaranya Pasal 15 juncto Pasal 9 Perpu No 1/2002 yang telah diubah menjadi UU No 15/ 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme, Pasal 340 juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, serta Pasal 266 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat 1 serta Pasal 266 ayat 2 juncto Pasal 55 ayat 1 karena telah membuat paspor dan identitas palsu lainnya.(*)

Sumber: http://www.tribunnews.com

Terpidana Terorisme Umar Patek Pindah ke Lapas Porong | INFO_PAS | 4.5

Berita Lainnya